Jumat, 19 September 2014

Say No To Valentine's Day

Setiap 14 Februari, para remaja diarahkan untuk merayakan hari cinta, hari kasih sayang. Judulnya sih begitu, praktiknya tidak lebih dari hari syahwat dan maksiat. Entah konsensus dari mana, tapi cinta hanya disetarakan dengan kartu ucapan, cokelat dan bunga mawar, dengan harga yang tentu tak murah. Merugikan yang punya cinta dan jelas menguntungkan pengusaha-yang bukan konon katanya, tapi memang meraup miliaran rupiah-dari bisnis syahwat ini. Dari segi akidah, iman pun tergadai dengan adat kebiasaan yang bukan dari Islam. Dari segi kehormatan lebih parah lagi, valentine day sudah menjelma menjadi ajang pelepasan kehormatan secara massal.
Inggris mewanti-wanti penduduknya pada 14 Februari setiap tahun sebagai "The National Impotence Day". Sedangkan Amerika Serikat lebih ekstrem dengan peringatan "The National Condom Week" pada 14-21 Februari setiap tahunnya. Apa artinya? Jelas sekali bahwa di negara-negara Barat, tanggal 14 Februari dijadikan sebagai ajang pesta sexs, ajang mengumbar nafsu setan karena tidak pada tempatnya. Semua kamar hotel full-booked dan kondom terjual habis. Kehormatan juga habis.

Simak nasihat Allah dan Rosul-nya kepada manusia berkaitan dengan Valentine Day dan perayaan lainnya yang bukan dari Islam dan segala budaya yang mengajak manusia mendewakan manusia serta nafsunya dan meninggalkan Allah.
Yang berarti :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Allah tidak lagi menjadi Pelindung dan Penolong bagimu.
(QS Al-Baqarah (2): 120)

Inna lillahi, ketika syahwat bertopeng cinta, bagaikan setan bersolek. Namun sayang, mata remaja sulit terbuka karena ditutupi dunia fana. Pertanyaannya, Valentine Day itu love or lust?
Sayang atau syahwat?

JAGA KEHORMATANMU
RAIH KEMULIAANMU

Terimakasih telah membaca blog saya, maaf jika ada kesalahan kata atau penulisan yang kurang tepat. Wassalam

Sumber : Penuntun Islam (udah Putusin aja!), penerbit Mizania, FELIX Y. SIAUW, visual Emeralda Noor Achni.